Selasa, 27 Januari 2015

perindu

Atas nama rindu
Semacam baris baris puisi menyatu
Semacam puisi yang tak layak diadu
Namun tetap ada yang dituju
Bukan untuk mengeja pilu yang menggebu
Hanya memuaskan nafsu si perindu
Yang lunglai jauh darimu
Yang kaku tanpa dekapmu
Yang senyap tanpa hadirmu
Jangankan menerka isi hatimu
menerawangmu dari balik pintu pun ia tak mampu
Di kamar sepi ia terpaku
Hanya mampu merajut syal rindu
Teruntuk dirimu
Entah kapan memberikannya, dia pun tak tahu
Lalu kapan rindu ini usai
Ya ketika cinta berubah menjadi bangkai
Berharap rindu tak akan mati
Apalagi berubah jadi benci
Jika memang ada cinta suci
Biar benihnya lah rindu ini

Minggu, 30 Maret 2014

teh gila

es membatu dalam genangan teh gembira tanpa soda berdiri pada lorong yang beda melihat tapi berpaling mendengar tapi menuli tetap teguk teh gembira tanpa soda tertawalah sampai gila
menangis juga bisa gila
bukan masalah meski berbeda
ini bukan kokakola
ini hanya teh tanpa soda tetap gembira
kau harus tau itu!

Selasa, 05 Februari 2013

Road to Tangkuban Perahu #2

Liburan semester ganjil ini saya habiskan di Bandung bersama teman SMA saya, sebut saja namanya Tiwi. Liburan yang hanya dihabiskan dengan jalan-jalan ke Mall adalah sungguh membosankan bagi saya juga kawan saya. Akhirnya kami mulai searching di Google mencari tempat wisata yang tidak jauh dari kost kakak saya di daerah Lembang. ada beberapa alternatif sebenarnya yakni Gunung Tangkuban Perahu, Air Terjun Maribaya, Tempat Pemandian Air Panas Ciater dll. Akhirnya kami memutuskan mengunjungi Tangkuban Perahu. Kalau saya sih sebenarnya tidak lagi penasaran dengan wujud Tangkuban Perahu, tapi teman saya sepertinya ingin sekali ke sana. Yasudah kami pun langsung searching lagi tentang tangkuban Perahu dan angkot apa yang bisa mengantarkan kami sampai di sana. 

Dari Lembang ternyata saya harus menaiki angkot berwarna kuning jurusan Lembang-Cikole. Ohya sekedar info jika Anda adalah turis domestik seperti saya, dari Stasiun Bandung, Anda dapat naik angkot St.Hall Lembang biasanya berwarna putih kusam dan turun sebelum Perempatan Pasar Lembang dengan ongkos Rp 6.000. Di situ sudah banyak angkot jurusan Cikole (warna kuning) yang standby di pinggir jalan.

Waktu itu kami berjalan menuju Jalan Raya Lembang tepat di depan Masjid Agung Lembang. Belum sempat menyeberang jalan dan menunggu angkot ternyata di seberang jalan sudah ada angkot kuning yang berhenti menunggu kami. Melihat angkot tersebut, saya tidak ada sedikitpun hasrat untuk menaikinya karena angkot tersebut tidak bertuliskan Cikole seperti yang kami maksud. Kami pun tetap diam berdiri di samping angkot tersebut. Lagi-lagi angkotnya tidak mau pergi dan akhirnya muncul suara dari seorang penumpang angkot tersebut,"Prahu neng?" Tanpa pikir panjang pun saya akhirnya mengangguk dan bergegas masuk angkot tersebut. 

Ada lima orang dalam angkot tersebut, yakni saya, Tiwi, Pak sopir dan dua penumpang lainnya. Kami berdua begitu menikmati perjalanan tersebut. Sampai akhirnya penumpang tinggal kami berdua. Angkot dengan kecepatan sedang terus melaju jalan menuju Tangkuban Perahu. Di sepanjang jalan yang agak naik itu kami melihat bukit-bukit , kebut teh, dan akhirnya semakin naik kami melewati hutan pinus. Dari hutan pinus itu saya mulai curiga, tidak ada angkot satupun yang melintas di jalan itu selain angkot kami. Menurut kakak saya angkot Cikole akan berhenti di terminal kecil Cikole. Tapi kenapa saya tak mendapati angkot tersebut berhenti di sebuah terminal?. Yang saya ingat juga Tangkuban Perahu sudah tidak jauh lagi kalau dari hutan pinus itu. Benar tak lama kemudian kami dihadapkan pada plang Tangkuban Perahu. Baru setelah itu Pak Sopir angkat bicara "Neng ongkosnya bapak pas-in aja 50 ribu, kalau yang lain mah bisa sampe 60-70 ribu sampe atas" Dan kami semakin sadar bahwa pak sopir itu memang khusus mengantarkan kami menuju Tangkuban Perahu.  Kami belum sempat menyahut tiba-tiba kami dihadapkan loket retribusi masuk dan pak sopir berkata lagi "26 ribu neng karcisnya buatdua orang" (Tiket Tangkuban Prahu Rp 13.000/orang) Saya pun langsung memberikan sejumlah uang untuk membeli tiket tersebut pada pak sopir. 

Baru setelah itu kami melanjutkan dialog negosiasi dengan pak sopir. kami menawar berapapun, pak sopir tetap dengan harga awal yakni Rp 50.000. Pak sopir pun menginfokan lagi bahwa jarak dari tiket masuk ke Gunung tangkuban Perahu masih sekitar 7 km-an dengan jalan menanjak dan berliku. Dan pak sopirnya pun bilang saat pulang nanti kami pasti akan kesulitan kalau cari angkot sehingga pak sopir menawarkan untuk menunggui kami dan membandrol ongkos Rp 100.000 pulang-pergi untuk kami berdua. Kami masih berpikir dan berembug apakah kita pulang dengan angkot yang sama atau jalan kaki. Tapi jika melihat keadaan jalan yang ber-kilometer-panjangnya kok rasanya harus mikir dua kali kalau mau jalan kaki. Padahal sebelum berangkatpun kita sudah sepakat kalaupun harus berjalan kaki jauh pun kita akan jalani. Tapi nyatanya kami lebih memilih memanjakan diri duduk di angkot. Hahah. 

Kami masih berembug sebelum akhirnya sampai Di Gunung Tangkuban Prahu. Pertimbangan selanjutnya adalah ulasan perjalanan yang sempat kami baca di sebuah blog. Ya katanya penulis blog tersebut ditawari mobil omprengan dari gapura masuk Tangkuban Prahu menuju Tangkuban Prahu seharga Rp 63.000 per orang dan itu sudah termasuk tiket. Mahal kan? Karena pertimbangan itu lah kami akhirnya memutuskan untuk meminta pak sopir menunggu kami saat di Tangkuban Perahu dengan kata lain kami membayar Rp 100.000,00 untuk perjalanan pulang-pergi lembang-Tangkuban Perahu artinya per orang keluar uang Rp 50.000,00.  Mahaaaal !


Akhirnya kami sampai juga di Tangkuban Perahu. Pemandangan kawah yang khas dengan background langit biru semburat putih. Indah sekali. Saya tak mau panjang lebar menceritakan keindahan Tangkuban Perahu karena foto-foto di bawah ini yang akan menerangkan betapa indahnya Tangkuban Perahu 



Tiwi mejeng, ini background terfavorit bagi pengunjung yang mau foto,  harus antre man..

Saya ikut mejeng, bagus sih awannya


Ini nih salah satu kawahnya


Banyak bule loh
Plang Kawah Upas, Goa, Air Keramat
Kanan kiri banyak kios yang menjual macam-macam oleh-oleh dan cinderamata

Satu jam kemudian kami pun memutuskan untuk pulang. Kami hampiri angkot kuning tadi. Layaknya supir pribadi, pak sopir ternyata masih sabar menunggu kami sang majikan. ahahaha.. Good bye Tangkuban Perahu..

Oya sekedar catatan: sepulang dari Tangkuban Perahu saya cerita tentang angkot Rp 100.000 itu pada kakak saya, dan saya ditertawakan habis-habisan. Ongkos angkot segitu termasuk super mahal menurut kakak saya dan mending nyewa motor. Ohhhh

Bodoh!

aku tak pandai menulis memang
membaca pun aku sungkan
aku tak suka menulis memang
membaca pun aku bosan
lalu apa yang hendak kulakukan?

bodohnya aku yang tak pandai membaca keadaan
bodohnya aku yang tak cakap menangkap kesempatan
bodohnya aku yang gagap mengekspresikan perasaan
bodohnya aku yang malu menuliskan mimpi dan angan
bodohnya aku bodohnya aku




Senin, 21 Januari 2013

Sri Gethuk nan Eksotis


Saya dan rekan saya sudah mupeng Srigethuk waktu itu. Anda tahu Srigethuk? Makanan tradisional Jawa  yang terbuat dari ketela? O tentu bukan, kalau itu gethuk saja namanya. Penasaran? Kalau begitu sama seperti saya saat banyak bertebaran info di internet tentang keseksian Srigethuk. Hah seksi? Ini Mbak Sri mana yang diomongin? O bukan, yang kami maksud bukanlah sesosok wanita seksi. Oke bagi Anda yang masih penasaran saya tidak akan membiarkan Anda terlalu lama terpenjara dalam ruang penasaran.


Srigethuk adalah sebuah air terjun yang terletak di desa Bleberan, Playen, Gunungkidul. Kalau dari Jogja, Anda bisa susuri Jalan Wonosari menuju arah Playen. Perjalanan begitu menyenangkan manakala kita lihat pemandangan Yogyakarta dari Bukit Bintang. Pepohonan nan hijau di kanan kiri jalan yang menanjak dan menikung juga akan menyapa kita dengan ramah. Setelah sampai di kawasan hutan Tahura berarti kita sudah masuk di kecamatan Playen. Akan ada beberapa plang penunjuk bertuliskan Srigethuk. Jangan kaget bila jalanan yang Anda lewati tidak semulus di kota. Namun semuanya akan terbayarkan oleh indahnya Srigethuk. Yakin!


Ketika hampir sampai di Srigethuk Anda akan ditarikk retribusi, dengan Rp 5.000,00 Anda mendapat dua objek sekaligus yakni Air Terjun Srigethuk dan Goa Rancang. Setelah sampai di kawasan Sri Gethuk, ada dua alternatif  untuk sampai di air terjun. Kita bisa menggunakan semacam rakit yang disediakan pengelola menyusuri sungai Oyo sampai ke air terjun dengan biaya Rp 10.000,00 pulang-pergi. Cukup mengesankan memang ketika naik rakit/perahu menyusuri sungai yang sekilas seperti miniatur Grand Canyon. Atau kita juga dapat sampai ke air terjun dengan berjalan menyusuri pematang sawah.  Waktu itu pun saya mencoba kedua alternatif, pergi jalan kaki dan pulang naik rakit.



Sesampai di air terjun, saya yakinAnda akan sangat menikmati wisata Srigethuk. Jangan takut untuk berbasah-basahan karena di dekat air terjun ada jasa yang menyewakan bilik untuk ganti baju dan juga penitipan barang. Setelah puas bermain air jangan lupa nikmati air kelapa muda dengan ditemani kudapan gethuk khas Srigethuk. Selamat berwisata..

Kamis, 17 Januari 2013

DAC: Sempurna, adalah kata-kata yang menyakitkan bagi kami




Apa salah kami lahir di dunia
Kami juga lahir dari buah cinta
Sama seperti anak-anak Adam dan Hawa
Sempurna, adalah kata-kata yang menyakitkan bagi kami
Seperti tombak yang ditusukkan ke ulu hati kami

Apa salah kami lahir di dunia ini
Kami juga lahir dari buah cinta
Sama seperti anak-anak Adam dan Hawa
Sempurna hanya untk orang normal dan tidak sempurna untuk tuli

Apa salah kami lahir di dunia ini
Wajah-wajah sinis yang melihat kami
Itu juga sama menyakitkan
Tapi kami masih tetap yakin
Bahwa kami masih memiliki kemampuan

Begitulah lirik “Sempurna” yang dinyanyikan BeatBoxJogjakarta bersama rekan-rekan yang tergabung dalam DAC (Deaf Art Community).  Lirik  suara hati yang begitu menyentuh para pendengar sebagai wujud eksistensi kawan-kawan DAC sebagai penyandang tunarungu. Pada pagelaran seni yang diselenggarakan dalam rangka HUT DAC ke-8 ini, mereka begitu lincah menampilkan performa terbaik mereka. Bertempat di Taman Budaya Yogyakarta pada tanggal 28 Desember 2012, mereka seakan ingin menampilkan bahwa jiwa seni juga dimiliki oleh mereka yang tuna rungu.  Mungkin kita tidak akan habis pikir, bagaimana bisa tunarungu memainkan jimbe dengan cukup berirama, tapi itulah yang mereka tampilkan. Dengan penuh totalitas dan percaya diri mereka memainkan alat music jimbe.  Puisi  isyarat , pantomime, dan tarian hip-hop juga mereka suguhkan.

Di pentas seni yang Cuma-Cuma ini, saya semakin kagum ketika mengetahui kepedulian kawan-kawan DAC terhadap sesama. Meskipun mereka sendiri memiliki keterbatasan, tidak membuat mereka menunduk dan terdiam merenungi keterbatasan mereka tersebut. Lewat pentas besar bertajuk Aku ingin menjadi kupu-kupu colour of live itu mereka mengajak para penonton untuk menggalang dana untuk penyandang kanker. Pentas seni malam itu adalah pentas seni ++ menurut saya. Bagaimana tidak? Selain menyuguhkan karya seni, pentas tersebut juga menyelipkan nasihat besar bagi saya dan mungkin juga bagi semua penonton bahwa keterbatasan bukanlah sebuah halangan dalam berkarya, aku kamu bisa kita sama. Ini lah sentilan lembut bagi saya untuk mengubah perangai yang malas dalam diri saya. Terima kasih DAC. Saya tunggu penampilan kalian 28 Desember 2013. Proud of you!

Sabtu, 26 Mei 2012

Setengah jam Bersama Kernet Bus


Hari itu kuliah libur, bangun telat buah dari begadang semalam. Kulihat layar HP, ada beberapa sms yang intinya sama “Ratna, ayo, ditunggu” Rasa tak enak pun muncul, harus gerak cepat. Setelah siap berangkat ternyata motor tidak ada di tempat. Cukup lama aku menunggu, motor tak kunjung pulang. Sampai aku mendapat kabar bahwa teman yang lain sudah on the way. Yah, sudahlah tidak jadi ikut, toh kalau nyusul aku tak tahu jalan.  

Masih duduk termenung di ruang tamu, dengan pakaian rapi dan tas ransel di punggung. Sayang juga kalau sudah berbaju rapi tapi tidak jadi pergi. Dan tiba-tiba teringat tugas antropologi. Tugas wawancara kenek bus. Hyaa, tanpa pikir panjang segera ku pakai sepatuku dan bergegas ke pasar.

Ya, seperti mengulang masa putih abu-abu dulu, tiga tahun selalu berada di tempat ini demi menunggu satu-satunya angkutan umum yang tepat berhenti di depan SMA ku dulu. Hari itu aku pun menunggu bus yang sama demi bisa berbincang dengan  pak kenek. Setelah limabelas menit menunggu, akhirnya dating juga. Segera aku bergegas masuk. Sepi memang.  Di dalam bus hanya ada aku d satu penumpang lain.Bagaimana tidak sekarang semua orang mengendarai motor.

Hm, seperti biasa, busnya masih lama ngendon di depan pasar. Di bangku paling belakang aku duduk agar dapat melancarkan aksiku mendekati pak keneknya. Setelah beberapa saat kemudian supir dan keneknya masuk bus. Oops mas keneknya gahar.. telinga ber-anting dan tangan ber-tatto. Tenang, tidak takut, badannya kecil kok.haha..

Aku pun mulai melakukan building raport, istilahnya basa-basi lah sebelum menuju ke inti pembicaraan. Masnya menanggapi dengan welcome. Dengan bahasa Jawa Ngoko aku mulai bertanya-tanya.
…..
Aku        : Biasane sedinane oleh pira Mas?
Mas       : Wah yo ra tentu Mbak. Paling pol-pol e biasane yo 300-an. Urung kui disetorke juragane    150, nggo ngisi solar 120.
Aku        : la terus sampean nggowo bali duit piro Mas?
Mas       : biasane yo 25, perkoro yo dong-dong nek gek pas sepi kae blas ra gowo bali duit. Entek nggo setor ro solar.
Aku        : 25 kui nek nggo bensin,mangan ro rokok ngono, terus bali gowo duit piro?
Mas       : bok, mbak. Wes ra nggowo opo-opo. Entek.
Aku        : seneng lan susah e dadi kenek opo Mas?
Mas       : susah e akeh mbak, mangkat jam 3 esuk, ngecek kondisi mesin, mangkat ngenek, bali jam 5. Urung ngko nek penumpange sepi, hasil e entek nggo setor, mulih ra gowo opo-opo. Nek senenge yo iso ndelok ngendi-endim, ndelok uwong, oleh hawa ora gur lungguh neng njero kantor.
Aku        : sok stress ora sih mas mergo gawean ngono?
Mas       : a yo digawe semeleh mbak, rejeki wis diatur sik kuasa kok. Digawe penak.
Aku        : biasane hiburanne ngopo mas nek bar ngenek ngono?
Mas       : yo paling mung kumpul-kumpul ro kenek liane, ngopi-ngopi, ngono we njuk mari Mbak.
Aku        : :D, oiyo Mas, asmanipun sinten?
Mas       : Sodron Mbak.
Aku        : sinten? Sodron?
Mas       : yo, S O D R O N Z
Aku        : hehehe, nganggo Z
……..

Setelah berbincang-bincang dari pasar Godean hingga Pojok Beteng, aku mendapatkan banyak hal dari mas kenek tadi:
  1.        Hidup ini harus bekerja keras karena “Sesungguhnya Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang Mukmin dan berusaha”. (HR. Thabrani dan Baihaqi dari lbnu ‘Umar)
  2.        Berjuang untuk selalu bangun pagi untuk menyambut rizki dari Alloh. Seperti sabda Rasulullah saat melihat putrinya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari,”Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Alloh membagikan rizkinya setiap hari pada waktu antara mulai subuh sampai terbit matahari” (H.R Al-Baihaqi).
  3.        Harus selalu bersyukur atas nikmat Alloh, Karena “sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7)
  4.      Serta qonaah atau nerimo. ‘Dengan sifat qonaah maka sama seperti raja dunia’, begitu kata imam Syafi’i

Senin, 12 Maret 2012

Biografi: Bandura

Bagi orang-orang yang menggeluti bidang psikologi, nama Bandura pasti tidak asing lagi bagi mereka. Tokoh yang termasuk aliran behavioristik ini  lahir di Mandure, kota kecil di dataran rendah sebelah utara Alberta, pada tanggal 4 Desember 1925. Bandura adalah anak terakhir dari lima bersaudara.

Oleh keluarganya, Bandura dididik menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri. Apalagi dia sekolah tingkat SMA di sebuah kota kecil yang hanya memiliki sedikit guru. Situasi ini tidak menjadikannya malas bersekolah. Justru menjadikannya semangat untuk menuntut ilmu.

Setelah lulus SMA, Bandura bekerja di tempat pembuatan jalan di Yukon selama musim panas. Di tempat kerjanya, Bandura mendapatkan berbagai pengalaman. Dia melihat berbagai karakter pekerja kasar. Ada dari mereka adalah para pengutang yang melarikan diri karena tak mampu membayar utang, laki-laki yang sudah bercerai namun masih harus memberi tunjangan mantan istri dan lain sebagainya. Melihat berbagai fenomena psikopatologi rekan kerjanya, Bandura tertarik belajar psikologi klinis.

Awalnya Bandura berniat untuk mendaftarkan kuliah di jurusan teknik. Selesai mendaftar di jurusan teknik yang disenanginya itu, dia berjalan-jalan keliling kampus. Hanya berniat coba-coba, Bandura masuk ke ruang kuliah psikologi. Sejak saat itu Bandura merasa nyaman dengan psikologi. Beberapa hari kemudian dia mengubah lamaran kuliahnya dari teknik menjadi psikologi. Dan akhirnya dia kuliah psikologi di University of British Columbia.

Setelah tiga tahun kuliah, ia lulus S1. Bandura melanjutkan S2 bidang psikologi klinis di University of Iowa. Dan pada tahun 1951, dia pun sudah bergelar Ph.D di usianya yang ke-27. Kemudian dia menghabiskan satu tahun berikutnya di Wichita Guidance Center untuk menyelesaikan tugas pasca-doctoralnya. Pada tahun1953, dia bergabung dengan fakultas psikologi di Stanford University, tempatnya berkarya seumur hidup. 

Di awal publikasinya, kebanyakan tulisan Bandura membahas psikoterapi dan tes Rorschach. Tahun 1959, buku yang ditulis bandura bersama Walters yang berjudul Adolescent Aggression terbit. Karya Bandura yang lain meliputi  Social Learning Theory (1977), Social Foundation of Though and Action (1986), dan Self Efficacy:The Excercise of Control (1997).

Pada tahun 1974, Bandura dipercaya menjadi presiden APA (American Psychological Association), kemudian pada tahun1980 menjadi presiden WPA (Western Psychological Association), dan menjadi presiden kehormatan Canadian Psychological Association tahun1999. Selain itu, Bandura juga banyak mendapat gelar kehormatan, salah satunya terpilih menjadi Rekanan Kehormatan American Academy of Arts and Science sejak 1980.

Berikut ini sekilas tayangan powerpoint tentang teori-teori Bandura
download di sini

Source: Feist & Feist. (2006).Theories of Personality.NewYork:McGraw Hill

Minggu, 05 Februari 2012

Menapak Nglanggeran di Kala Hujan


Hari ini, lelah tak terasa. Semua terbayarkan oleh cantiknya gunungan batu-batu purba dengan selipan pohon-pohon rimbun yang tinggi menjulang. Yah, kami bertiga sudah merencanakan sebulan yang lalu untuk menjamah entah sebuah bukit atau gunung purba mereka menyebutnya. Tapi baru saat ini kami diberi kesempatan menikmati ciptaan-Nya itu. Bukit tersebut terletak di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul. Cuma itu yang saya tahu, profil secara geologis dan lain-lain entahlah saya tak tahu (mungkin bisa cari tahu di sini). 

Oke, saya akan ceritakan apa yang kami alami saja. Setengah sebelas kami sampai di Kawasan ekowisata. Langsung kami menghampiri mas-mas penjaga loket untuk membayar tiket masuk dan parkir. Namanya mas-mas pasti ya masih muda (penting nggak sih). Yang saya tahu sepertinya mas-mas tadi itu adalah warga setempat (karang taruna) yang diberdayakan untuk mengelola gunung tersebut. Acungkan jempol lek dis untuk pemuda pemudi Nglanggeran!!! (y) *apaan sih kehebohan deh. Dua makhluk tak bernyawa (baca:motor) dan tiga makhluk bernyawa (baca:kami) dikenai biaya Rp 17.000,00 entah perincian berapa harga tiket masuk dan berapa harga parkir aku lupa. 

Kami mulai mendaki dalam keadaan langit yang cerah wal afiat. Meski belum pada makan, kami merasa sudah memiliki energi yang cukup untuk menginjakkan kaki di puncak Nglanggeran. Kenapa? ya. karena  puncak Nglanggeran menjanjikan pesona awan dan alam maha karya sang Kuasa, dan ini memberikan semangat untuk kami segera menaikinya.

Batu dan juga lempung menjadi komponen utama bukit nan seksi ini. jalur pendakian tidak terlalu sulit karena  sudah ada anak tangga alakadarnya dan benda penolong seperti tali. Saat naik tanah lempung terlihat segar dan sisa hujan semalam menyisakan tetes air di dinding batu maupun didedaunan. Dan lelah belum terasa.


Perjalanan kami lanjutkan. Tampak di depan kami gang sempit dengan anak tangga terbuat dari kayu. Kami pun bergegas naik. Merangkak naik di antara rekahan batu yang kira-kira lebarnya 60 cm sungguh menyenangkan terlebih lagi terkena tetes-tetes air dari bebatuan atasnya.


Seperempat perjalanan, kami melihat hamparan cukup luas untuk menikmati bentangan sawah di bukit-bukit dengan model terasering. Kami pun istirahat sejenak di situ. Meneguk air mineral dan menikmati roti isi cokelat. Tampak di depan saya menara-menara pemancar stasiun televisi berdiri kokoh. Hoyeah, ini yang namanya surga dunia. Disuguhi terpaan angin bukit dan panorama yang maha dahsyatnya. Tapi mengapa tiba-tiba mendung menggantung mengisyaratkan akan turun hujan?.Angin juga semakin kencang. Kami mencoba untuk tidak panik. Air hujan adalah hal biasa jika ingin bersahabat dengan alam (ecieeh..sok pecinta alam).




Kami segera mengeluarkan kostum hujan. Ingin memastikan apakah ini hujan benar-benar hujan, kami pun berdiam sejenak. Anginnya kencang sekali namun rintik hujan baru sebesar telur kutu rambut. Dua yang lainnya duduk merenung, saya pun berdiri dan mencoba mengabadikan pose model galau mereka.


Oh ternyata mendung benar-benar membawa hujan. Sangat merugi jika waktu hanya dihabiskan untuk duduk melihat hujan. Kami kembali melanjutkan perjalanan di bawah naungan ponco. Hujan pun semakin deras. Lempung pun semakin becek dan licin. Akhirnya setelah kira-kira satu jam, kami sampailah ke puncak Nglanggeran. Tetap dengan rintik hujan meski sudah sedikit lebih tipis...YEAHH  SUBHANALLOH NIKMAT NGLANGGERAN DI TENGAH RINAI HUJAN. Waktunya meng-gak jelas-kan diri :) see  you :D




04/02/12

Minggu, 18 Desember 2011

Fashion Carnival -- JFW

Udah basi sih sebenarnya,tapi gak apa lah dulu-dulu gak sempat posting karena jarang punya pulsa modem. ahahai

Sore itu tanggal 2 November 2011 kita (saya, Lele dan Elis) merencanakan nonton fashion carnival, yaitu salah satu dari rangkaian Jogja Fashion Week (JFW)--event taunan di Jogja. Kalau sesuai jadwal sih karnaval mulai jam 3 sore. Tapi karena hujan deres banget karnaval ditunda. Kamipun kaya gembel glengseran di depan Malioboro Mall demi menanti karnaval. Sampai akhirnya jam 4an hujan reda. Bunyi-bunyian sudah terdengar kami pun bergegas adang-adang di pinggir jalan.  Haha dengan piranti dokumentasi seadanya inilah hasil fotografer super amatiran..carapppppp









Segitu aja dah foto-fotonya..pokoknya JFW keren dah! :D

Selasa, 23 Agustus 2011

Kisah nyata: TEBAK LAGU DI TOKO KERUDUNG AB*BIL (godean)


Senin, 22 Agustus 2011

Kemarin, aku tiba-tiba pengen meluncur beli jilbab di siang bolong. Okelah aku meluncur ke sebuah toko  jilbab di daerah sebut saja Godean (tanah kelahiranku).
Sampai di depan toko langsung deh aku parkirin si Spin dan melesat masuk tanpa permisi sama si tuan rumah  (a bodo amat ngapain juga masuk toko pake permisi..) langsung saja aku pilih-pilih jilbab diiringi lagu yang sepenggal liriknya gini, ‘ ku buka pendaftaran audisi percintaan..nanana’( lupa sambungannya). Dan aku tau betul yang nyanyi tuh lagu adalah ENDANK SOEKAMTI. Meski aku bukan seorang Kamtis ( sebutan bagi penyuka Endank Soekamti) yang pasti aku tau tuh lagu karena easy listening. Wah ini toko nyleneh juga biasanya kalo menjelang lebaran gini biasanya nyetelnya pada lagu reliji gitu kaya lagunya Anang noh ( suasana di kota santri asik senangkan hati..lalala), ini malah si endank yang diputer.
Putar sana putar sini nyari jilbab tapi belum nemu yang pas di hati (haha, cari jilbab buat menjaga hati sekaligus biar tetap menawan). Tiba-tiba terdengar percakapan begini bunyinya:
mbak kasir :“ iki sopo to sing nyanyi?” (masih dengan lagu Endank Soekamti)
mbak pelayan 1:“ SID kuwi sing nyanyi..”
mbak kasir : “ dudu ah, mosok SID suarane koyo ngono..”
mbak pelayan 1: “ ha njuk sopo ne kudu ? kui ki SID sing nyanyi” (sedikit ngotot)
mbak pelayan 2 : “udu koyone, opo sing bojone Masayu Anastasia kae po yo sing nyanyi” (sok tau)
mbak pelayan 1 : “ yo udu, kae rak Club 80’s.. haha”
mbak pelayan 2 : “ o iyo ding “

saya yang tahu persis siapa yang nyanyi tuh lagu tetep aja diam aja sambil pringas-pringis. Nyimak lagi..

mbak kasir : “hahaha.. iyo udu kui sing nyanyi tapi kaya e you du SID sing nyanyi. Sopo yo?” (masih penasaran)
mbak pelayan 1 : “ SID sing nyanyi ki. Ha mbok opo owes. .” (semakin ngotot)
mbak pelayan 3 : “ udu ah, liyane”
mbak pelayan 1 : “ koe senengane ngeyel kok, tenan SID sing nyanyi” (tambah super ngotot)
mbak pelayan 3 : (Diam aja)

haha.. lucu juga mendengar mereka eyel-eyel an.. eh ternyata masih lanjut ngemeng-ngemengnya.. nyimak yuk. Tapi ini lagunya udah ganti bukan Endank lagi yang nyanyi.

Mbak kasir : “ opo sing nyanyi LAGU SEXI kae po yo?”
Mbak pelayan 1 : “ sopo kui sing nyanyi?”
Mbak pelayan 2 : ( mikir ) “emmm kae lo sing jeneng band e ki emmmm.. koyo sing gon kapal-kapal kae’’
Mbak pelayan 1 : “hah?? Opo sing nang gon kapal? Nahkoda?
Mbak pelayan 2 : “ udu.. emm opo yo ? (bingung sendiri) nek sing nyopir kereta kae opo jenenge?”
Mbak kasir : “ opo? Masinis? Ahahah”
Mbak pelayan 2 : “ dudu, poko e  ono huruf P ne.. aku lali” ( masih mikir)
…..
Percakapan terus berlanjut  tanpa ada yang tau apa sebenarnya jawaban yang mereka pertanyakan.Dan aku pun semakin ngakak mendengar percakapan mereka. HAHAHAHA .. lama-lama gregeten juga mereka pada sok tau tapi kleru (salah) semua haha. Saatnya turun tangan nih…

Mbak pelayan 2 : “ opo yo? “ (masih kepikiran yang tadi)
Aku : KAPTEN mbak yang nyanyi”
Mbak pelayan 2 : “naaaaaaaaah betul mbak e.. “ (girang)
Mbak kasir : “ wah mbak e pinter “

Semua pada ketawa

Mbak pelayan 3 : “ lah koe mau omonge sing nang kapal kok, coba nek muni sing tukang nyempriti  neng nggon bal-balan”
Mbak pelayan 1 : “hahaha, nek sing nyempriti kae jenenge wasitttttt..”
Semua pada ketawa (lagi)
Mbak kasir : lah terus sing nyanyi mau kae sapa? “ (masih terngiang lagunya Endang soekamti tadi)
Aku : “ENDANK SOEKAMTI mbaaaaak..”
Mbak kasir : “pinter mbaake”

Lagi-lagi ketawa semuanya dengan sedikit muka malu. Hahahahahha
Akhirnya di penghujung acara aku sudah menemukan apa yang aku dambakan, aku mendekati mbak kasir yang tadi..

Aku : (mesem-mesem)” mbak udah”
Mbak kasir : “ kok sudah mbak? Mbok dolan – dolan di sini aja dulu? Hehehe”
Aku: “ nek oleh diskon yo gelem mbak, kan mau wes iso jawab 2 pertanyaan mbak, hehe”
Mbak kasir : “ wah mbak e…heheh”

Sudah transaksi akhirnya aku meluncur pulang, pasti habis akupergi mereka pasti masih menertawakan kegokilan kejadian yang tadi. Ohhhhhhhhh ngakak tenan.

Kamis, 04 Agustus 2011

anak indonesia rindukan lagu anak

you know me so well
girl i love you, girl i need you..
Sayup-sayup ku dengar ponakanku yang masih di bawah umur menyanyikan lirik lagu di atas, lagu yang baru ngetrend akhir-akhir ini.Fenomena seperti ini sudah biasa kita jumpai. Fenomena ini sangat memprihatinkan, lagu-lagu tema percintaan tidak lah sesuai dengan perkembangan kognitif anak. Memang bukan salah anak sepenuhnya saat mereka lebih kenal dengan lagu-lagu orang dewasa. Karena faktanya memang sekarang lagu anak jarang diperdengarkan.Minimnya lagu anak-anak  sekarang ini menjadikan anak-anak menyanyikan lagu yang sebenarnya bukan konsumsinya, seperti pepatah tak ada rotan akar pun jadi. Tidak hanya lagu anak yang minim jumlahnya, acara-acara yang mengusung lagu anak seperti di era 90-an (Pesta Ceria, Klak Klik dll) kini tak lagi ada. Ini pun menjadikan anak-anak Indonesia tak lagi mengenal 'lagu mereka'. Fakta yang saya jumpai beberapa hari yang lalu membuat orang-orang pun miris melihatnya.Lagu I heart U dibawakan oleh boyband yang lagi cenat-cenut itu di sebuah acara bernuansa islami, audisi da'i cilik di sebuah stasiun tv swasta yang nota bene pesertanya adalah anak-anak. Apakah pantas? Seketika banyak kritik yang mencuat menanggapi hal itu. Sepertinya yang ditayangkan di layar kaca kebanyakan hanyalah memenuhi trend pasar yang sedang booming dan menampilkan sesuatu yang mendapat rating tinggi secara berulang-ulang tanpa mengedepankan aspek pendidikan.

Apakah kita hanya akan tinggal diam melihat fenomena ini?

Sabtu, 23 Juli 2011

Ngapak Jaya

Entah kenapa bahasa daerah Banyumas dan sekitarnya ini menjadi kian terkenal. Bahasa dengan intonasi yang unik ini menjadikan orang awam akan susah mencerna bahasa tersebut dan perlahan-lahan menarik mulutnya ke kanan-kiri juga atas-bawah.

Sepertinya bahasa ngapak lambat laun akan akan menjadi bahasa internasional.. haha mungkinkah?. Sekarang bahasa ini semakin diangkat di media. Sebut saja Warteg Boyz yang sukses dengan lagunya Okelah Kalo Begitu yang dinyanyikan dengan logat super ngapak. 

Saat social network lagi anget-angetnya dibahas dan dikonsumsi, ada social network versi ngapak yang juga tak mau ketinggalan. Jejaring sosial www.kayakiye.com ini full of  bahasa ngapak. Dengan tampilan mirip facebook, kayakiye juga menyediakan fitur newsfeed, photo, video, games dll hampir mirip dengan facebook. Dan saat ini membernya pun mencapai 65.551 orang

Dan baru-baru ini ngapak pun semakin populer lagi saat film kartun dengan bahasa ngapak diupload di youtube dengan judul Antonim (perlawanan kata) bisa download di sini. Sumpah, ini film bikin ngakak pooool.:). Ngapak benar-benar bikin ngakak.

Bahasa ngapak sebagai salah satu bahasa daerah memberikan warna tersendiri bagi kebudayaan Indonesia. Karena kebudayaan nasional berakar dari kebudayaan daerah. Jadi jangan malu mengakui bahasa Ngapak sebagai kekayaan budaya Indonesia. Ngapak Jaya, Indonesia Raya. :D

Rabu, 20 Juli 2011

Membawa Air dengan Keranjang

Yang saya baca seminggu yang lalu masih membekas di otak saya..

Seorang cucu bertanya pada kakeknya, "aku tiap hari membaca alquran tapi mengapa sulit untuk menghafal semua ayat alquran?" . sang kakek menjawab sambil tersenyum, "coba sekarang kau ambil air di sungai dengan keranjang ini". sang cucu lalu beranjak ke sungai dengan menenteng keranjang itu tanpa pikir panjang. dia ambil air di sungai itu dengan keranjang yang dibawanya. belum sampai rumah, air di keranjang itu selalu habis.dia coba terus menerus (haduh ni cucu, ya mana bisa bawa air pake kranjang). dan akhirnya dia agak 'mutung' lalu kembali ke rumah. "berulang kali aku mencoba tapi air selalu habis sebelum sampai rumah", kata si cucu pada si kakek. si kakek menjawab " coba lihat keranjang tadi, semakin bersih bukan?, itu sama saja dengan membaca alquran, walaupun kita sulit menghafal semua ayatnya, hati kita pasti akan semakin bersih dan tentram dengan membaca alquran".si cucu mengangguk-angguk tanda setuju.

begitu pun juga saya, mengangguk-angguk tanda sepaham (sambil senyum'' sendiri sambil berkata o iyaya o iyaya)

Kamis, 30 Juni 2011

schizophrenia


SCHIZOPHRENIA
Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia.

Gejala Positif Penderita Skizoprenia
Berikut ini adalah deskripsi mengenai gelaja-gejala “positif” penderita skizoprenia, yang merupakan tanda-tanda yang lebih jelas dari psikosis. Ini termasuk pengalaman delusi dan halusinasi yang mengganggu.

Delusi
                Delusi merupakan gejala psikotik yang melibatkan gangguan isi pikiran dan adanya keyakinan kuat, yang merupakan misrepresentasi dari kenyataan. Keyakinan oleh kebanyakan anggota masyarakat dianggap sebagai misinterpretasi terhadap realitas disebut disorder of thought content (gangguan isi pikiran), atau delusi. Karena pentingnya delusi dalam skizoprenia, delusi pernah disebut sebagai “the basic characteristic of madness”. Bila misalnya anda percaya bahwa tupai adalah alien yang dikirim ke Bumi untuk misi mata-mata, maka anda akan dianggap delusional.
                Media sering menggambarkan penderita skizoprenia sebagai orang yang percaya bahwa dirinya adalah orang yang terkenal dan penting, seperti merasa diri seperti Tuhan, atau tokoh-tokoh besar yang pernah hidup. Itulah yang kemudian disebut dengan istilah delusion of grandeur (delusi/waham kebesaran). Delusi yang sering dijumpai pada penderita skizoprenia adalah bahwa oranglain bermaksud buruk terhadap dirinya. Delusi jenis ini kemudian dikenal dengan sebutan delusion of persecution (delusi/waham persekusi). Keyakinan ini sangatlah mengganggu. Keyakinan kuat seperti percaya bahwa sekelompok anggota teroris berusaha menculik dirinya, atau percaya bahwa seseorang berniat mensabotase dirinya dalam suatu perlombaan, atau percaya bahwa sekelompok orang berusaha membunuhnya, menciptakan banyak kecemasan yang sangat mengganggu.
                Delusi-delusi lain yang lebih jarang, termasuk Capgras Syndrome yang dimana penderita percaya bahwa seseorang yang mereka kenal telah digantikan oleh “kopian/salinan”, kemudian Cotard’s syndrome yang dimana penderita percaya bahwa bagian tertentu dari tubuhnya (semisal otak), telah mengalami perubahan dengan cata yang muskyil.

Halusinasi
                Halusinasi merupakan gejala-gejala psikotik dari gangguan perseptual dimana berbagai hal dilihat, didengar, atau diindra meskipun hal itu tidak riil adanya. “See things that others can not” (Melihat apa yang oranglain tidak lihat) adalah gambaran lain tentang halusinasi yang diderita oleh para penderita skizoprenia. Mendengar seseorang memanggil namanya, melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada berlangsung teratur dan tampak benar-benar nyata oleh penderita skizoprenia.
                Halusinasi dapat melibatkan indera yang mana saja, meskipun mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada atau auditory hallucination (halusinasi pendengaran) merupakan halusinasi yang paling sering dialami oleh penderita skizoprenia. Penderita skizoprenia yang mengalami halusinasi biasanya sedang tidak melakukan apa-apa, duduk dan tersenyum seolah-olah sedang mendengarkan seseorang sedang berbicara di dekatnya, meskipun tidak ada siapa-siapa.
                Penelitian menarik tentang halusinasi ini menggunakan teknik brain-imaging  yang canggih untuk menetapkan lokasi fenomena ini dalam otak. Dengan menggunaka Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) untuk mempelajari aliran darah cerebral para laki-laki penderita skizoprenia. Mereka menemukan bahwa bagian otak yang paling aktif saat mengalami halusinasi adalah broca’s area. Temuan ini mengejutkan karena broca’s area tersebut diketahui terlibat dalamn produksi pembicaraan. Penelitian ini mendukung teori yang mengatakan bahwa orang-orang yang sedang mengalami halusinasi tidak mendengar suara-suara oranglain tetapi mendengarkan pikiran atau suaranya sendiri dan tidak dapat mengenali perbedaannya. Mereka mungkin mengalami defisit pembicaraan yang mengakibatkan terjadinya distorsi ini.

Gejala Negatif Penderita Skizoprenia
Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktivitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia).

Avolisi
                Yaitu ketidak mampuan untuk memulai atau mempertahankan berbagai macam kegiatan. Penderita gejala ini (sering disebut apathy) menunjukkan minat yang rendah untuk melakukan sesuatu, bahkan fungsi-fungsi dasar sehari-hari, termasuk kesehatan pribadi.

Alogia
                Alogia mengacu pada relative ketiadaan pembicaraan. Orang dengan alogia merespons pertanyaan dengan jawaban pendek dan tampak tidak tertarik untuk bercakap-cakap. Sebagian peneliti menyatakan bahwa penderita alogia mungkin mengalami kesulitan untuk menemukan kata-kata yang tepat untuk memformulasikan pikirannya (Alpert, Clark, dan Pouget,1994). Kadang-kadang  alogia berbentuk komentar yang terlambat atau respons yang lambat terhadap pertanyaan yang diajukan.

Anhedonia
                Yaitu ketiadaan  perasaan senang yang dialami oleh sebagian penderita skizofrenia. Anhedonia memberikan isyarat tidak peduli terhadap kegiatan-kegiatan yang biasanya dianggap menyenangkan, termasuk makan, interaksi sosial dll.

Pendataran afek
                Penderita skizofrenia dengan afek datar tidak memperlihatkan emosi pada saat mereka mestinya memperlihatkan emosinya, menatap dengan pandangan kosong pada lawan bicara, berbicara datar tanpa nada, dan tampak terpengaruh oleh segala hal di sekitarnya. Namun, meskipun tidak bereaksi secara terbuka terhadap situasi emosional,mereka mungkin memberikan respons secara batiniah. Para peneliti menyimpulkan bahwa afek datar  dalam skizofrenia mungkin merepresentasikan kesulitan dalam mengalami emosi, bukan karena mereka tidak berperasaan.
Gejala-Gejara Disorganisasi
                Disorganized Symptoms (Gejala-gejala disorganisasi) adalah gejala yang meliputi berbagai macam perilaku eratik yang mempengaruhi pembicaraan, perilaku motorik, dan reaksi emosional.

Disorganisasi dalam pembicaraan
                Ngobrol dengan penderita skizofrenia dapat membuat sangat frustasi. Sangat sulit untuk mendapatkan informasi yang relevan darinya. Para penderita skizofrenia sering tidak memiliki wawasan (insight), kesadaran bahwa mereka memiliki masalah. Selain itu, mereka mengalami associative spliting (asosiasi yang terpecah) dan cognitive slippage (kognisi yang terpeleset) istilah dari Eugen Bleuler dan Paul Meehl. Kadang-kadang mereka melompat-lompat dari satu topik ke topik lain dan pembicaraan mereka kadang-kadang tidak logis. DSM IV-TR menggunakan istilah disorganized speech (disorganisasi dalam berbicara) untuk mendeskirpsikan masalah-masalah komunikasi seperti itu.

Afek yang tidak pas dan perilaku yang terdisorganisasi
                Kadang-kadang penderita skizofrenia memperlihatkan inappropriate affect (afek yang tidak sesuai), tertawa atau menangis pada saat yang tidak tepat. Kadang-kadang mereka memperlihatkan perilaku yang aneh seperti menimbun barang-barang atau bertingkah tidak lazim di depan umum. Penderita skizofrenia terlibat berbagai perilaku “aktif” lain yang biasanya dianggap tidak lazim. Contoh, katatonia adalah slah satu gejala paling ganjil pada sebagian penderita skizofrenia. Katatonia melibatkan disfungsi motorik yang berkisar mulai dari agitasi sampai imobilitas. Pada sisi aktif kontinum, sebagian orang berjalan mondar-mandir dengan bergegas atau menggerak-gerakkan jari-jemari atau lengannya secara stereotipik. Pada ujung kontinum yang berlawanan, orang diam tak bergerak dengan postur yang tidak lumrah, seolah-olah takut sesuatu yang mengerikan akan terjadi bila mereka bergerak disebut catatonic immobility atau imobilitas katatonik.
                Untuk menerima diagnosis skizofrenia, seseorang harus menunjukkan dua atau lebih gejala positif, negatif, dan/atau terdisorganisasi dengan porsi yang besar selama paling sedikit 1 bulan.



Tipe-Tipe Skizofrenia
1.       Tipe Paranoid
Tipe skizofrenia di mana gejala-gejalanya terutama melibatkan delusi dan halusinasi, perilaku motorik dan emosionalnya relatif utuh. Pada umumnya tidak mengalami disorganisasi dalam pembicaraan. Biasanya memiliki prognosis yang lebih baik dibandingkan penderita skizofrenia lainnya. Kriteria tipe ini menurut DSM-IV-TR:
a)      Preokupasi dengan satu macam waham atau lebih.
b)      Halusinasi pendengaran yang sering tetapi tidak disertai adanya disorganisasi  dalam pembicaraan.
c)       Disorganisasi perilaku/ perilaku katatonik/ perilaku yang tidak pas, mencolok.

2.       Tipe Terdisorganisasi
Tipe skizofrenia yang ditandai oleh percakapan dan perilaku yang terdisrupsi, delusi dan halusinasi yang tidak bertema, serta afek datar atau “dungu”. Gejala-gejalanya:
a)      Tertawa dungu di saat yang tidak tepat.
b)      Dapat menghabiskan banyak waktu untuk memandangi dirinya di cermin.
c)       Sama seperti tipe paranoid, saat mengalami delusi atau halusinasi, mereka cenderung terfragmentasi.
d)      Menunjukkan tanda-tanda kesulitan sejak dini.
e)      Masalah sering bersifat kronis, jarang menunjukkan remisi (perbaikan gejala).

3.       Tipe Katatonik
Tipe skizofrenia yang didominasi oleh gangguan motorik (rigiditas, agitasi, tingkah laku yang ganjil). Gejala-gejala :
a)      Kadang-kadang memperlihatkan tingkah ganjil dengan tubuh dan wajahnya.
b)      Aktivitas motorik yang eksesif tanpa perilaku yang jelas.
c)       Negativisme ekstrem, seperti postur tubuh yang kaku dan tidak mau diubah, mutisme (membisu).
d)      Echoing (menirukan dengan cara yang persis sama, persis seperti gema) kata atau gerakan orang lain.

4.       Skizofrenia tipe tak terbedakan
Meliputi orang-orang dengan gejala utama skizofrenia tetapi tidak memenuhi kriteria tipe paranoid, terdisorganisasi/hebrefenik, atau katatonik.

5.       Skizofrenia tipe residual
Kategori diagnostik untuk orang-orang yang pernah mengalami setidaknya satu episode skizofrenia, yang sudah tidak lagi memperlihatkan gejala-gejala utamanya tapi masih memperlihatkan beberapa pikiran yang ganjil dan menarik diri secara sosial.

(Reza Yuni Dhea Made Carrisdz Tyas Sinta Lusi Ratna Engkit -- PsiUGM'10)



daftar pustaka:

Duran V. Mark & Barlow David H. (2007). Intisari Psikologi Abnormal. Yogyakarta : Pustaka Belajar
Skizofrenia. From http://id.wikipedia.org/wiki/Skizofrenia, 4 April 2011