Minggu, 05 Februari 2012

Menapak Nglanggeran di Kala Hujan


Hari ini, lelah tak terasa. Semua terbayarkan oleh cantiknya gunungan batu-batu purba dengan selipan pohon-pohon rimbun yang tinggi menjulang. Yah, kami bertiga sudah merencanakan sebulan yang lalu untuk menjamah entah sebuah bukit atau gunung purba mereka menyebutnya. Tapi baru saat ini kami diberi kesempatan menikmati ciptaan-Nya itu. Bukit tersebut terletak di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul. Cuma itu yang saya tahu, profil secara geologis dan lain-lain entahlah saya tak tahu (mungkin bisa cari tahu di sini). 

Oke, saya akan ceritakan apa yang kami alami saja. Setengah sebelas kami sampai di Kawasan ekowisata. Langsung kami menghampiri mas-mas penjaga loket untuk membayar tiket masuk dan parkir. Namanya mas-mas pasti ya masih muda (penting nggak sih). Yang saya tahu sepertinya mas-mas tadi itu adalah warga setempat (karang taruna) yang diberdayakan untuk mengelola gunung tersebut. Acungkan jempol lek dis untuk pemuda pemudi Nglanggeran!!! (y) *apaan sih kehebohan deh. Dua makhluk tak bernyawa (baca:motor) dan tiga makhluk bernyawa (baca:kami) dikenai biaya Rp 17.000,00 entah perincian berapa harga tiket masuk dan berapa harga parkir aku lupa. 

Kami mulai mendaki dalam keadaan langit yang cerah wal afiat. Meski belum pada makan, kami merasa sudah memiliki energi yang cukup untuk menginjakkan kaki di puncak Nglanggeran. Kenapa? ya. karena  puncak Nglanggeran menjanjikan pesona awan dan alam maha karya sang Kuasa, dan ini memberikan semangat untuk kami segera menaikinya.

Batu dan juga lempung menjadi komponen utama bukit nan seksi ini. jalur pendakian tidak terlalu sulit karena  sudah ada anak tangga alakadarnya dan benda penolong seperti tali. Saat naik tanah lempung terlihat segar dan sisa hujan semalam menyisakan tetes air di dinding batu maupun didedaunan. Dan lelah belum terasa.


Perjalanan kami lanjutkan. Tampak di depan kami gang sempit dengan anak tangga terbuat dari kayu. Kami pun bergegas naik. Merangkak naik di antara rekahan batu yang kira-kira lebarnya 60 cm sungguh menyenangkan terlebih lagi terkena tetes-tetes air dari bebatuan atasnya.


Seperempat perjalanan, kami melihat hamparan cukup luas untuk menikmati bentangan sawah di bukit-bukit dengan model terasering. Kami pun istirahat sejenak di situ. Meneguk air mineral dan menikmati roti isi cokelat. Tampak di depan saya menara-menara pemancar stasiun televisi berdiri kokoh. Hoyeah, ini yang namanya surga dunia. Disuguhi terpaan angin bukit dan panorama yang maha dahsyatnya. Tapi mengapa tiba-tiba mendung menggantung mengisyaratkan akan turun hujan?.Angin juga semakin kencang. Kami mencoba untuk tidak panik. Air hujan adalah hal biasa jika ingin bersahabat dengan alam (ecieeh..sok pecinta alam).




Kami segera mengeluarkan kostum hujan. Ingin memastikan apakah ini hujan benar-benar hujan, kami pun berdiam sejenak. Anginnya kencang sekali namun rintik hujan baru sebesar telur kutu rambut. Dua yang lainnya duduk merenung, saya pun berdiri dan mencoba mengabadikan pose model galau mereka.


Oh ternyata mendung benar-benar membawa hujan. Sangat merugi jika waktu hanya dihabiskan untuk duduk melihat hujan. Kami kembali melanjutkan perjalanan di bawah naungan ponco. Hujan pun semakin deras. Lempung pun semakin becek dan licin. Akhirnya setelah kira-kira satu jam, kami sampailah ke puncak Nglanggeran. Tetap dengan rintik hujan meski sudah sedikit lebih tipis...YEAHH  SUBHANALLOH NIKMAT NGLANGGERAN DI TENGAH RINAI HUJAN. Waktunya meng-gak jelas-kan diri :) see  you :D




04/02/12

Minggu, 18 Desember 2011

Fashion Carnival -- JFW

Udah basi sih sebenarnya,tapi gak apa lah dulu-dulu gak sempat posting karena jarang punya pulsa modem. ahahai

Sore itu tanggal 2 November 2011 kita (saya, Lele dan Elis) merencanakan nonton fashion carnival, yaitu salah satu dari rangkaian Jogja Fashion Week (JFW)--event taunan di Jogja. Kalau sesuai jadwal sih karnaval mulai jam 3 sore. Tapi karena hujan deres banget karnaval ditunda. Kamipun kaya gembel glengseran di depan Malioboro Mall demi menanti karnaval. Sampai akhirnya jam 4an hujan reda. Bunyi-bunyian sudah terdengar kami pun bergegas adang-adang di pinggir jalan.  Haha dengan piranti dokumentasi seadanya inilah hasil fotografer super amatiran..carapppppp









Segitu aja dah foto-fotonya..pokoknya JFW keren dah! :D

Selasa, 23 Agustus 2011

Kisah nyata: TEBAK LAGU DI TOKO KERUDUNG AB*BIL (godean)


Senin, 22 Agustus 2011

Kemarin, aku tiba-tiba pengen meluncur beli jilbab di siang bolong. Okelah aku meluncur ke sebuah toko  jilbab di daerah sebut saja Godean (tanah kelahiranku).
Sampai di depan toko langsung deh aku parkirin si Spin dan melesat masuk tanpa permisi sama si tuan rumah  (a bodo amat ngapain juga masuk toko pake permisi..) langsung saja aku pilih-pilih jilbab diiringi lagu yang sepenggal liriknya gini, ‘ ku buka pendaftaran audisi percintaan..nanana’( lupa sambungannya). Dan aku tau betul yang nyanyi tuh lagu adalah ENDANK SOEKAMTI. Meski aku bukan seorang Kamtis ( sebutan bagi penyuka Endank Soekamti) yang pasti aku tau tuh lagu karena easy listening. Wah ini toko nyleneh juga biasanya kalo menjelang lebaran gini biasanya nyetelnya pada lagu reliji gitu kaya lagunya Anang noh ( suasana di kota santri asik senangkan hati..lalala), ini malah si endank yang diputer.
Putar sana putar sini nyari jilbab tapi belum nemu yang pas di hati (haha, cari jilbab buat menjaga hati sekaligus biar tetap menawan). Tiba-tiba terdengar percakapan begini bunyinya:
mbak kasir :“ iki sopo to sing nyanyi?” (masih dengan lagu Endank Soekamti)
mbak pelayan 1:“ SID kuwi sing nyanyi..”
mbak kasir : “ dudu ah, mosok SID suarane koyo ngono..”
mbak pelayan 1: “ ha njuk sopo ne kudu ? kui ki SID sing nyanyi” (sedikit ngotot)
mbak pelayan 2 : “udu koyone, opo sing bojone Masayu Anastasia kae po yo sing nyanyi” (sok tau)
mbak pelayan 1 : “ yo udu, kae rak Club 80’s.. haha”
mbak pelayan 2 : “ o iyo ding “

saya yang tahu persis siapa yang nyanyi tuh lagu tetep aja diam aja sambil pringas-pringis. Nyimak lagi..

mbak kasir : “hahaha.. iyo udu kui sing nyanyi tapi kaya e you du SID sing nyanyi. Sopo yo?” (masih penasaran)
mbak pelayan 1 : “ SID sing nyanyi ki. Ha mbok opo owes. .” (semakin ngotot)
mbak pelayan 3 : “ udu ah, liyane”
mbak pelayan 1 : “ koe senengane ngeyel kok, tenan SID sing nyanyi” (tambah super ngotot)
mbak pelayan 3 : (Diam aja)

haha.. lucu juga mendengar mereka eyel-eyel an.. eh ternyata masih lanjut ngemeng-ngemengnya.. nyimak yuk. Tapi ini lagunya udah ganti bukan Endank lagi yang nyanyi.

Mbak kasir : “ opo sing nyanyi LAGU SEXI kae po yo?”
Mbak pelayan 1 : “ sopo kui sing nyanyi?”
Mbak pelayan 2 : ( mikir ) “emmm kae lo sing jeneng band e ki emmmm.. koyo sing gon kapal-kapal kae’’
Mbak pelayan 1 : “hah?? Opo sing nang gon kapal? Nahkoda?
Mbak pelayan 2 : “ udu.. emm opo yo ? (bingung sendiri) nek sing nyopir kereta kae opo jenenge?”
Mbak kasir : “ opo? Masinis? Ahahah”
Mbak pelayan 2 : “ dudu, poko e  ono huruf P ne.. aku lali” ( masih mikir)
…..
Percakapan terus berlanjut  tanpa ada yang tau apa sebenarnya jawaban yang mereka pertanyakan.Dan aku pun semakin ngakak mendengar percakapan mereka. HAHAHAHA .. lama-lama gregeten juga mereka pada sok tau tapi kleru (salah) semua haha. Saatnya turun tangan nih…

Mbak pelayan 2 : “ opo yo? “ (masih kepikiran yang tadi)
Aku : KAPTEN mbak yang nyanyi”
Mbak pelayan 2 : “naaaaaaaaah betul mbak e.. “ (girang)
Mbak kasir : “ wah mbak e pinter “

Semua pada ketawa

Mbak pelayan 3 : “ lah koe mau omonge sing nang kapal kok, coba nek muni sing tukang nyempriti  neng nggon bal-balan”
Mbak pelayan 1 : “hahaha, nek sing nyempriti kae jenenge wasitttttt..”
Semua pada ketawa (lagi)
Mbak kasir : lah terus sing nyanyi mau kae sapa? “ (masih terngiang lagunya Endang soekamti tadi)
Aku : “ENDANK SOEKAMTI mbaaaaak..”
Mbak kasir : “pinter mbaake”

Lagi-lagi ketawa semuanya dengan sedikit muka malu. Hahahahahha
Akhirnya di penghujung acara aku sudah menemukan apa yang aku dambakan, aku mendekati mbak kasir yang tadi..

Aku : (mesem-mesem)” mbak udah”
Mbak kasir : “ kok sudah mbak? Mbok dolan – dolan di sini aja dulu? Hehehe”
Aku: “ nek oleh diskon yo gelem mbak, kan mau wes iso jawab 2 pertanyaan mbak, hehe”
Mbak kasir : “ wah mbak e…heheh”

Sudah transaksi akhirnya aku meluncur pulang, pasti habis akupergi mereka pasti masih menertawakan kegokilan kejadian yang tadi. Ohhhhhhhhh ngakak tenan.