Senin, 30 Mei 2011

suatu hari yang beda

Suatu hari, entah apa yang kurasakan ini saat aku melihatnya. Ada yang berbeda dengan sesosok makhluk Tuhan itu. Beda dengan yang lainnya, beda dengan yang aku dambakan, beda dengan apa yang aku idamkan selama ini. Mataku semakin terbuka memandangnya dan memandang sekelilingnya. Dia memang beda, tidak pernah kusangka kalau dia berbeda dengan yang lain. Aku akui dia  mengingatkanku pada Tuhanku.

Minggu, 01 Mei 2011

merenung

Kadang tidak mudah orang membuka mulut, menyalurkan ide, menuangkan pikiran, mencurahkan isi hati secara langsung. Mereka memilih bisu dan sengaja membungkam mulut. Entah takut yang diucapkan salah atau memang bingung apa yang hendak dikatakan.  Ada rasa kurang percaya diri dalam diri. Selalu muncul rasa ketakutan entah itu takut salah, takut dicaci, ataupun takut dikritisi. Pengecut memang, diam tidak bergerak apalagi berpendapat. Sekedar manut, manut dan manut (red. terserah). Mental kacung pun perlahan-lahan tumbuh menjadi skema pemikiran. Tanpa ada inisiatif dan berujung non aktif . Merasa puas tanpa prestasi dan bangga akan kestatisan.Enggan bergerak cepat apalagi lari. Yang dilakukan hanya merangkak perlahan, jika tidak ya hanya diam di tempat menanti datangnya sang mentari. Namun barangkali sebenarnya ada cita-cita tertentu dalam diri, tapi kemudian terbendung oleh ketakutan dalam melangkah dan berbicara. Hasilnya pun kembali statis.

jadi selanjutnya mau seperti apa. terserah. perubahan itu perlu (ke arah positif tentunya)